Kita dipimpin oleh “si tulang rusuk”

Emansipasi, apa sih yang dimaksud dengan emansipasi itu..?? kebanyakan dari kita sudah terbiasa mendengar kalau kata emansipasi itu diikuti oleh satu kata lainnya yaitu wanita. Emansipasi Wanita.

Kenapa saya membicarakan tentang emansipasi wanita ?, karena baru saja ITB mengadakan perhelatan pemilihan ketua atau presiden KM-ITB (Keluarga Mahasiswa), yah kalo di UI lebih populer dengan BEM nya. Entah secara kebetulan atau tidak yang menang dan di daulat menjadi presiden KM adalah seorang Wanita, Shana namanya. Bersama dengan wakilanya Bagus, dia akan memimpin mahasiswa ITB melalui KM untuk menjalankan program kerjanya. Banyak Pro dan Kontra pun bermunculan baik dari dalam lingkungan ITB sendiri dan dari Luar. Dari dalam banyak juga yang mencemooh karena yang terpilih akhirnya adalah seorang wanita untuk memimpin, sebagai bukti lihat gambar diatas ada sebuah poster tulisan tangan yang menyatakan keberatan dengan pemimpin seorang wanita (poster ini saya capture di selasar Labtek V IF). Keberatan dengan pemimpin wanita lalu ada sebagian “oknum” yang melakukan hal ini. Sampai ada juga yang mengatakan bahwa pemilu KM kemarin tidak fair atau dipenuhi oleh kecurangan – kecurangan.

Saya sendiri sebenarnya agak keberatan dengan pemimpin wanita, ya karena secara kodrat meraka tidak bisa memimpin dan tidak boleh memimpin !! titik. Yah kita boleh saja menerima dogma apa yang disebut dengan emansipasi wanita, tapi tidak serta merta saja kita bisa mensejajarkan posisi Pria dengan Wanita, apalagi dalam kepemimpinan. kalau untuk presiden KM ini saja sudah keberatan apalagi untuk Presiden negara ini, sebenarnya saya juga merasa kurang sreg ketika yang menjabat sebagai presiden RI adalah seorang wanita (waktu itu adalah ibu Megawati). Sudah saya terka dari awal bahwa sesuatu yang dipimpin wanita akan berjalan kurang lancar, tapi apa daya saya hanyalah rakyat kecil biasa๐Ÿ™‚ . Tahu kah dengan acara komedi sikon “Suami – Suami Takut Istri” ?? Lucu sih lucu tapi nggak banget lah, masa suami malah diatur sama istrinya..๐Ÿ™„ pesan dari saya sih untuk kaum pria, jangan sampe kalian2 ini seperti dalam acara itu, diatur atur dan takut sama istri:mrgreen: .

Yah akhirnya toh memang ibu Mega pernah memimpin kita, dan Shana adalah Presiden KM-ITB yang baru. Saya ucapkan selamat kepada Shana karena terpilih dan semoga bisa membawa KM yang lebih baik. Huh, sebenarnya saya gak pantas juga mengutarakan keberatan dengan pemimpin wanita, karena saya juga gak ikut pemilihan presiden KM alias Golput:mrgreen: , dan saya bangga karena saya golput !!

25 Responses to “Kita dipimpin oleh “si tulang rusuk””


  1. 1 cK April 15, 2008 pukul 1:01 AM

    apakah calon-calon prianya kurang berpotensei sehingga yang terpilih adalah wanita? kalau iya, jangan salahkan wanita yang terpilih itu hehehe…๐Ÿ˜›

    soal kepemimpininan pria atau wanita, saya sendiri nggak masalah. tapi soal pria yang memimpin keluarga, saya setuju. bukan berarti saya rela dijajah pria, tapi menurut saya wanita itu sebaiknya ‘dipayungi’ oleh pria. just a thought..๐Ÿ™„

  2. 2 edy April 15, 2008 pukul 1:41 AM

    wah asik dong presidennya ngeblog
    kalo mo kritik tinggal kirim trekbek๐Ÿ˜†

  3. 3 itikkecil April 15, 2008 pukul 3:10 AM

    jangan-jangan yang nulis protes itu juga golput…

    *ditabok*

  4. 4 irvan132 April 15, 2008 pukul 8:42 AM

    ah, lagi-lagi oknum…
    pasti pelakunya Bl****r cs itu.
    wkakakak.

    *ngaciiieerrr

    -IT-

  5. 5 takochan April 15, 2008 pukul 9:30 AM

    Sama kayak tante cK, calon yg pria-nya gimana? Mungkin karna gak ada yg lebih mampu daripada yg calon wanita-nya kali. Ato.. jangan2 malah ini politik kampus? Ahhh.. kalo itu males deh๐Ÿ˜ฆ
    *lagi bosen liat selebaran kampanye di kampus*

  6. 6 reditya April 15, 2008 pukul 10:22 AM

    itu yang tulis pamfletnya HIMA apa jar?

  7. 7 Goenawan Lee April 15, 2008 pukul 12:02 PM

    ~UntungSayahUdahAGakRealistis

  8. 8 Raffaell April 15, 2008 pukul 10:19 PM

    kalo memang emansipasi, suruh para wanita ngecat, benerin genteng bocor…. pasti ga mau

  9. 9 grace April 16, 2008 pukul 3:16 AM

    hmmm….tante cK en mbak tako bener…ya kalo emg gada yg slh dgn kualitas kaum pria, maka perempuan pasti tidak akan terpilih..
    kami memang tidak di ciptakan untuk memimpin, kalo gt kenapa ga kalian kaum pria yg katanya kodratnya memimipin, membuat diri kalian pantas dan berkualitas untuk menjadi seorang pemimpin?jadi perempuan juga dgn senang hati legowo dan tangan terbuka menerimanya..๐Ÿ™‚
    anw, saya ini juga tipe yang menolak keras kalo wnita jd pemimpin lho!apalagi masalah rumah tangga,ga banget aja kalo perempuan yang ngayomi dan pegang kendali
    btw, om tipe suami takut istri juga ndak?~
    *ditabok*:mrgreen:

  10. 10 itikkecil April 16, 2008 pukul 8:42 AM

    Jar, ada pe er , dibikin ya?

    *siapin pecut, in case fajar nolak*

  11. 11 no_mercy April 16, 2008 pukul 3:27 PM

    saya setuju dengan pendapat saudari @cK …
    semua hal harus ada landasan yang kuat untuk menopangnya, dalam hal ini semua harus bersabar untuk melihat kembali apa yang menjadi sebab-akibatnya…
    tentang pemimpin perempuan toh dari sisi manapun ‘harusnya’ tidak menjadi masalah… apalagi dari sisi agama…
    semuanya ada tempat dan posisinya sesuai porsi dan potensinya masing-masing… yang dinilai kan amal dan ibadahnya…
    perempuan atau laki-laki diberikan potensi dan kemampuan yang sama dalam menjalankan berbagai kegiatan baik itu yang bersifat umum maupun khusus…
    bahkan dalam peperangan pernah ada beberapa pemimpin wanita…
    ada saat dimana perempuan butuh pertolongan laki-laki, ya kita wajib membantunya… begitupun sebaliknya…
    yang kebanyakan dipermasalahkan biasanya hanya karena ‘ketidakmampuan’ sehingga menimbulkan kesan/persepsi/analogi-diri/dll yang bisa ditertawakan orang lain… kalau memang mampu kenapa gagal? toh kegagalan itu hanya akibat dari akumulasi keputusan2 yang salah… mungkin untuk ke depannya semua dapat diperbaiki sehingga hasilnya bisa lebih memuaskan…

  12. 12 lahandi April 16, 2008 pukul 4:48 PM

    Bos,

    Itu yang mimpin LPI-nya Dompet Dhuafa itu cewek loh. Trus Kepala sekolahnya Smart Ekselensia Dompet Dhuafa juga cewek loh. (LPI = Lembaga Pengembangan Insani. http://www.lpi-dd.net)

    Kalo bos tanya saya, saya sih ga keberatan*. Karena menurut saya yang ga boleh itu saat sang perempuan itu berani mengambil keputusan ijtihad atas perkara2 yang seharusnya diambil oleh para mujtahid yang notabene harus laki-laki.

    Bingung kan? Sama… hihihihi….

    Tapi ya memang sih, ini juga masih jadi topik yang selalu panas di kalangan ulama. Ada yang bilang Bhenazir Bhuto di bunuh ya gara2 masalah ini, tapi ya memang itu sih kompleks perkaranya, itu cenderung akal-akalan untuk bisa menmpelkan label ‘fundamentalis’ kepada pihak yang ga suka Amrik cs.

    Woh kok jadi melebar kesana sini… wekekeke….

    Salam hangat.

    * Syarat dan ketentuan berlaku

  13. 13 Fajar April 16, 2008 pukul 5:16 PM

    @cK
    bukannya kurang potensi chik, cuma ya itu, pemilihan berdasarkan pemilu dan kebetulan yang cewek massa nya lebih banyak IMO
    Kalo keluarga mah hukumnya wajib dipimpin oleh si suami

    @om edy
    tinggal kenalan aja om:mrgreen:

    @tante ira
    mungkin aja tante !!:mrgreen:
    iya tante nanti saya kerjain pr nya
    *manggut2*

    @Bob
    siapa tuh bob ?
    kagak tau juga gw !!
    wakakaka
    *ngacir juga*

    @eneng desti
    keknya kunci permasalahan ada di massa
    massa yang lebih banyak dialah yang menang๐Ÿ™‚
    bisa jadi ini memang politik kampus:mrgreen:

    @reditya
    mungkin HIMAWA res
    Himpunan Mahasiswa Wanita/Waria๐Ÿ˜†

    @goen
    hmmm
    bingung:mrgreen:

    @raffael
    bukannya gak mau om
    tapi gengsi !!๐Ÿ˜†

    @noni grace
    kembali lagi ke massa kampus๐Ÿ™‚
    oh jelas nggak takut sama istri donk
    tapi sayang sama istri๐Ÿ˜†

    @no_mercy
    memang dari sisi sosial saya menganggap tidak apa2 apabila wanita itu memimpin, toh apabila dia mampu dan capable untuk memimpin, tapi CMIIW kalo gak salah dari sisi agama memang dilarang ya ? saya pun gak bisa dan gak tau untuk memberikan dalil2 yang mendukung pernyataan saya barusan… (emang gak ada abisnya kalo ngomongin agama๐Ÿ˜› )
    hmmm, kemudian juga rasanya aneh dan janggal aja kalo ngeliat wanita memimpin IMO:mrgreen:

    @lehandi
    halo juga bos
    yah mungkin yang anda sebutkan ada benarnya juga

    Karena menurut saya yang ga boleh itu saat sang perempuan itu berani mengambil keputusan ijtihad atas perkara2 yang seharusnya diambil oleh para mujtahid yang notabene harus laki-laki.

    kalo memang dia mampu gak apa2 sih memimpin, tapi ya itu terasa aneh dan janggal aja bos !!:mrgreen:

  14. 14 bea April 17, 2008 pukul 3:07 AM

    permisi.. saya cuma numpang lewat di page anda dan kebetulan post anda yang ini agak-agak menarik… jadi, saya numpang komen ya..๐Ÿ˜„

    begini. menurut saya, pendapat yang mengatakan bahwa perempuan akan melebihi atau menyetarai pria karena emansipasi, atau pria yang kedudukannya di atas wanita itu agak-agak sudah usang.
    kenapa? karena pada idealnya, masing-masing boleh melakukan bagiannya sesuai kemampuan, keinginannya, dan proporsinya. jadiii, inti emansipasi itu bukan penyetaraan posisi atau profesi secara pukul rata, melainkan lebih pada penghargaan pada wanita agar tidak ada lagi cap-cap dan stereotip merendahkan pada wanita serta ‘pembatasan-pembatasan’ untuk mereka (ya, seperti pernyataan anda sendiri: “secara kodrat meraka tidak bisa memimpin dan tidak boleh memimpin !! titik.”… okaaay), serta saling melengkapi. sekali lagi, sesuai proporsi. dan proporsi itu, idealnya adalah sesuai dengan keadaan.

    contohnya, kurasa banyak kasus dalam rumah tangga di mana akhirnya wanita terpaksa tidak bergantung pada pria yang notabene adalah kepala keluarga karena suaminya gak bener. ya ya.. pria yang lemah juga ada… tidak semuanya adalah pria ideal.. dan vice versa

    sekali lagi, ini hanya pendapat saya, dan sayangnya tidak ada literatur pendukungnya. saya juga golongan putih, dan saya tahu sendiri saya tidak berbuat apa pun untuk pemilu km ini. jadi ya.. uhuk… (^_^)v

  15. 15 Ade April 17, 2008 pukul 2:40 PM

    Inilah, kalau isu kepemimpinan dibawa2 atas dasar HAM.. Lama-lama akan ada isu kepemimpinan Waria atas nama HAM.

    HAM itu yang bikin siapa? Manusia? Manusia yang mana?
    Kukira tidak semua manusia (setidaknya 2/3 anggota hadir)๐Ÿ˜›

  16. 16 leo April 20, 2008 pukul 11:34 AM

    wess.. tulang rusuk sapa kah? tulang rusuk gw kah?

  17. 17 fitrasani April 23, 2008 pukul 2:50 PM

    yah akhirnya kebanggaan akan golput juga yg berperan dalam terpilihnya ‘si tulang rusuk’ hehehee,,,

    sy gak mau terjebak masalah gender ini… jd sy no comment hahaha,,,
    cuma sy paling bermasalah dgn yg namanya golput hehehe,,
    huff,,, yah yg harus disalahkan bukan si golputnya jg,, tapi mgkn sy, ato calon2 nya,,,ato mhs lainnya…

    *puas dengan perubahan 9% mahasiswa yg akhirnya tahun ini tdk mjdi golput dibandingkan tahun lalu*

  18. 18 Fajar April 24, 2008 pukul 5:17 AM

    @bea
    iya sih
    kalo dipikir – pikir emang udah usang
    but kodrat berkata lain:mrgreen:
    tapi saya menghargai kok emansipasi wanita..
    toh kalo dia mampu mimpin dan bisa memimpin
    why not ?๐Ÿ™‚

    @Ade๐Ÿ˜†

    @fitrasani
    saya bangga golput !!๐Ÿ˜›
    9% kan masih tergolong kecil, kok udah puas ? ๐Ÿ˜›

  19. 19 titiw April 24, 2008 pukul 8:10 AM

    Anjrit!! somehow kok aku panas bener liat foto inih ya? haduh.. dj, nyalain ac nya dong biar kepala saya gak tambah berasep….

  20. 20 Fajar April 28, 2008 pukul 2:47 PM

    @titiw
    nyang sabar neng:mrgreen:

  21. 21 alfiyan April 28, 2008 pukul 3:54 PM

    cowoknya pada ke mana???

  22. 22 si didit Mei 7, 2008 pukul 3:37 PM

    y sebenernya gw setuju ma pendapat lu jar.. Kata gw mah emang cewe tuh bukan ditakdirkan sebagai pemimpin. Dari pengalam saya dipmpin cewe mah ya gitu yang saya tangkap, biar gimana juga cewe tuh diciptakan mendahulukan emosi ketimbang logika. kalau jadi pemimpin masa iya sih mau emosi yang dimenangin? Lagain juga, cewe tuh bisa dapet! Huahahaha..

    Meskipun memang ada aja yang jadi pemimpin, tapi kalau menurut gw menang dalam suatu pemilihan tuh bukan berarti dia emang udah ditakdirkan jadi pemimpin. Politik bro, banyak faktor, haha..

    Y uda ah, cepetan lulus aja dah gw.. Lagian juga yang dipimpin organisasi yang memang tidak berpengaruh ke kehidupan gw dan tajinya juga makin mengecil :p

  23. 23 Fajar Mei 9, 2008 pukul 1:22 PM

    @didit
    setuju bener bos
    takutnya si cewe gak kuat kalo udah diserahin singgasana:mrgreen:
    tapi kalo emang dia ngaku dirinya sanggup ya kita liat aja deh jalannya cerita๐Ÿ˜†

  24. 24 shana April 12, 2009 pukul 10:45 PM

    haha..lg iseng browsing.
    ya…gimana?

    udah setahun nih..mudah2n tidak mengecewakan. tapi emang yg saya temukan, ternyata kampus kita harus banyak mendengar ISI yang dibicarakan daripada SIAPA yang berbicara.

    I adore my mom. mungkin karena itu, dia menginspirasi saya, dan tentunya, menginspirasi kita semua.

    makasih ya untuk semuanya,
    treat our girls well, karena dia akan mendidik generasi masa depan bangsa..

    Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater,


  1. 1 feminiskah? « You don’t write because you want to say something, you write because you have something to say. Lacak balik pada April 17, 2008 pukul 1:31 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Laman

Blog Stats

  • 346,213 hits

Contact Me

Fajar Flickr Photos

Beautiful Haneda

B waiting

to Kowloon

Lebih Banyak Foto

%d blogger menyukai ini: