definisi Tuhan

Hari kamis yang lalu saya mengikuti kuliah Artificial intelligent yang dibimbing oleh bapak Adi Indrayanto. Pembahasan di kelas kali ini cukup menarik, yaitu tentang masalah logical kita sebagai makhluk Tuhan. Kemudian dosen tersebut melemparkan sebuah pertanyaan yang cukup membuat seluruh isi kelas pusing dibuatnya, begini pertanyaannya :

Tuhan Maha Kuasa

Mungkinkah

Tuhan menciptakan batu yang diri Nya tidak bisa mengangkat batu tersebut ?

yah diatas adalah pertanyaan yang dilemparkan pada kami, dan pada awalnya tidak satupun yang bisa menjawab….

ada yang bisa bantu ??

34 Responses to “definisi Tuhan”


  1. 1 Wildan September 30, 2007 pukul 10:29 PM

    Tidak mungkin batu itu tidak bisa diangkat..

  2. 2 Fajar September 30, 2007 pukul 11:38 PM

    wah kalu gitu Tuhan gak Maha Kuasa donk dan ??:mrgreen:

  3. 3 scooterboyz Oktober 1, 2007 pukul 1:34 AM

    Wadwuh..Lagi-lagi paradoks Russel ini dibahas..😀

    Mesti seru nanti pembahsannya..

    *ustadz ngesot mode on*
    KAlo menurutku sih,banyak hal di dunia ini yang tidak perlu dipertanyakan,seperti hal diatas..Itu cuma melemahkan iman kita sajah..*inipertanyaanyangsudahdilontarkanyahudisejakmasalalu*😀

    Seperti yang dibilang Aisar kemarin,kita tidak dipaksa memilih (dalam konteks ini) untuk berTuhan atau tidak. Tapi saat kita memilih untuk berTuhan,kita dipaksa untuk mengikuti beberapa hal yang tidak boleh dipertanyakan. Anggap aja itu ujian buat kita. Seperti kita milih kuliah atau tidak,kalo milih kuliah,kita mau ndak mau harus ikut ujian.
    *ustadz ngesot mode off*

    coba deh baca pembuktian paradoks russel di http://en.wikipedia.org/wiki/Russell's_paradox

    Mirip euy!!

  4. 4 scooterboyz Oktober 1, 2007 pukul 3:00 AM

    Eits..Ada yang lupa..

    semua ini hanyalah IMHO..😀

  5. 5 hamka Oktober 1, 2007 pukul 4:27 AM

    wah… membingungkan

    Tuhan menciptakan batu yang diri Nya tidak bisa mengangkat batu tersebut ?

    Darimana kita tahu, Tuhan tidak bisa mengangkat batu??

    Tuhan Maha Kuasa

    Bagaimana kita percaya TUhan Maha Kuasa??

    Itulah yang disebut iman…

  6. 6 Ridwan Oktober 1, 2007 pukul 4:30 AM

    fajar ini repot2 kali, denger n inget aja kata damar sandi. wakakakak. gitu aja kok repot.😀

  7. 7 Fajar Oktober 1, 2007 pukul 4:37 AM

    @scooter
    seandaikan kamu ditanya gitu sama orang
    trus mau jawab apa ?
    setidaknya kita harus bisa menjawab seperti itu

    @hamka

    Darimana kita tahu, Tuhan tidak bisa mengangkat batu??

    kan saya bertanya, mungkinkah ?
    lho berarti kamu gak percaya donk kalo Tuhan itu Maha Kuasa ??
    lah kalo gak bisa jawab ini gimana donk ?
    mau dibawa kemana ?

    @ridwan
    gak bisa bro..
    ini menyangkut agama

  8. 8 Ridwan Oktober 1, 2007 pukul 4:43 AM

    jadi saya bisa perjelas lagi,

    ketika kita membuat suatu definisi itu berarti kita sudah membuat suatu batasan. Padahal Tuhan sendiri merupakan dzat yang kita sendiri tidak mampu memikirkan batasannya seperti. Ketika kita menganggap Tuhan itu ada pada domain ketidakhinggaan pun sebenarnya kita sudah membuat definisi yang berarti pula kita sudah memberikan batasan.

    sebagai insan yang beriman, awa mah sebatas meyakini saja keberadaan dan sifat-sifat Tuhan yang sudah diajarkan di ayat-ayat-Nya.

    Ga perlu pikirin lebih dalem lagi, ga bakal mampu lah. Mata kita aja ga bisa lihat kuping kita sendiri secara langsung. Otak kita paling kalo diukur volumenya ga sampe 2 liter. Manusia itu terbatas lah.

    Sekian.

  9. 9 itikkecil Oktober 1, 2007 pukul 7:32 AM

    Binun………

    *ngeloyor pergi*

  10. 10 irvan132 Oktober 1, 2007 pukul 8:37 AM

    ini mah sebenernya cuma buat ngajak mikir aja. bukan buat nyari mana yang bener atau yang salah. toh, si pak adi juga belom tau jawabannya (ya iyalah dia juga tanya).😀

    jadi gini, kadang2 di dunia ini, ada hal yang tidak bisa ditentukan benar atau salah, tapi bisa dari pendapat yang populer.

    Ga ada bener salah, yang ada cuma pendapat populer.
    *ini khusus kata2 gw, ga ngutip dari tokoh manapun*

    -IT-

  11. 11 ninoy Oktober 1, 2007 pukul 9:03 AM

    Jar jangankan hanya mengangkat batu, menciptakan manusia saja Dia bisa…jadi apa Tuhan itu Maha Kuasa… bahkan bencana sana sini yang bisa bikin pegunungan ancur jadi batu..itu karna kuasa Tuhan, setuju tidak?🙂

  12. 12 k' tutur Oktober 1, 2007 pukul 9:52 AM

    Mungkinkah
    Tuhan menciptakan batu yang diri Nya tidak bisa mengangkat batu tersebut ?

    Oh, maksud anda TUHAN-TUHAN bikinan manusia???

  13. 13 Fajar Oktober 1, 2007 pukul 10:06 AM

    @Ridwan
    memang seperti itu wan ?
    cuma kalo ditanya sama orang yang misal atheis seperti itu, gimana jawabnya ?
    apakah mereka akan menerima pemikiran kyk lo gitu

    @mbak ira
    hihi
    maap kalo bikin binun🙂

    @Irvan
    memang gitu bob !
    cuma kalo ditanya begitu jawabnya gimana ?

    @ninoy
    lho berarti kalo Tuhan bisa menyiptakan batu tersebut trus Tuhan gak bisa ngangkat batu tsb namanya Tuhan gak Maha Kuasa donk ??

    @kTutur
    bukan mas
    Tuhan sebenar benarnya Tuhan menurut kalian

  14. 14 Toni Oktober 1, 2007 pukul 10:19 AM

    SIAPAKAH TUHAN?

    Meskipun secara eksistensial manusia sadar dan mengakui adanya Tuhan, namun secara substansial manusia tidak mungkin mengetahui sosok Tuhan. Relevan dengan ini, adalah kisah pencarian Tuhan yang dilakukan oleh Ibrahim, seperti yang terekam dalam Al An’am/6:75-79: “Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan di bumi, dan (Kami memperlihatkan) agar dia termasuk orang-orang yang yakin. Ketika malam telah menjadi gelap dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: ‘Inilah Tuhanku’. Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam. Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit, dia berkata: ‘Inilah Tuhanku’. Tetapi setelah bulan itu terbenam dia berkata: Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat. Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: ‘Inikah Tuhanku, ini yang lebih besar’, maka tetkala matahari itu tenggelam, dia berkata: Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas dari apa yang kamu persekutukan. Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan“.

    Kisah di atas memberikan pelajaran, betapa sesungguhnya manusia telah memiliki kesadaran terdalam terhadap eksistensi Tuhan. Tetapi, ketika manusia mencoba untuk “memperjelas” siapa (substansi) Tuhan, seperti Ibrahim yang mengira bintang, bulan, dan matahari sebagai Tuhan-maka pasti akan menemui kegagalan. Oleh karena itu, penjelasan yang bisa diterima adalah bahwa manusia tidak akan pernah tahu siapa Tuhan itu, jika hanya berdasarkan logika dan perasaannya sendiri, sebagaimana logika dan perasaan Ibrahim yang pernah menganggap matahari sebagai Tuhan karena matahari itu besar dan mampu menerangi jagat bumi. Jika manusia tetap memaksa untuk menemukan Tuhan dengan akalnya, maka pasti Tuhan yang ditemukannya itu palsu. Dalam bahasa lain, barangsiapa merasa mengetahui Tuhan, maka sesungguhnya justru pertanda bahwa ia tidak tahu apa-apa. Kata lbn Arabi dalam sebuah syair: “Barangsiapa mengaku ia tahu Allah bergaul dengan dirinya, dan ia tidak lari (dari pengakuan itu), maka itu tanda ia tidak tahu apa-apa. Tidak ada yang tahu Allah kecuali Allah sendiri, maka waspadalah, sebab yang sadar di antara kamu tentulah tidak seperti yang alpa …”

    Lantas bagaimana manusia mengenal Tuhan? Jawabannya, adalah ketika Tuhan sendiri yang memperkenalkan diriNya kepada manusia. Di sinilah kita akan memahami fungsi malaikat, wahyu, dan rasul. Pertanyaan-pertanyaan seputar Tuhan: siapa Dia; apa mauNya; bagaimana cipatanNya; apa yang diperbolehkannya; atau apa yang dilarangnya; hanya dapat dicari jawabannya lewat informasi yang diberikan Tuhan kepada manusia. Inilah yang dimaksud dengan (fungsi) wahyu; yang wahyu itu disampaikan oleh Tuhan melalui malaikat (Jibril) kepada rasul untuk kemudian diteruskan kepada segenap manusia. Tentang siapa Dia, misalnya, Tuhan telah memberikan informasi dalam AI Qur’an: “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku. Maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku” (Thaha/20:24); “Katakanlah; Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada suatupun yang setara dengan Dia” (AI Ikhlash/112:1-4). “Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus mengurus (makhlukNya); tidak mengantuk dan tidak tidur. KepunyaanNya apa yang ada di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izinnya? Allah mengatahui apa­-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar” (AI Baqarah/2:255).

    Jadi, pengetahuan manusia tentang Tuhan hanyalah sebatas pada perkenalan Tuhan yang diinformasikan melalui wahyuNya. Tidak lebih dan tidak kurang.

    Karena wahyu adalah jembatan penghubung antara manusia dengan Tuhannya, maka otentisitas wahyu sangat diperlukan. Otentisitas wahyu ini menjadi penting terutama karena banyak sekali informasi yang dianggap sebagai wahyu, sementara antarinformasi itu terjadi kontradiksi. Maka pertanyaannya adalah benarkah suatu wahyu itu benar-­benar datang dari Tuhan, bukan fantasi dan keinginan terselubung manusia atau kiriman setan? Dalam kaitan wahyu ini pula, orsinalitas rasul dan nabi juga menjadi penting. Benarkah seorang itu benar-benar rasul atau nabi, ataukah orang yang mengaku-ngaku sebagai penerima wahyu.

    Di sinilah pentingnya dilakukan studi (kritis) tentang ajaran suatu agama. Jadi, iman bukan sekedar warisan nenek moyang!

    Mohammad Nurfatoni

  15. 15 {F4154LMAN} Oktober 1, 2007 pukul 3:41 PM

    bukannya logikanya kebalik y? klo memang di dunia ini ada batu yg begitu hebatnya yg lebih hebat dari ‘Tuhan’ tersebut, berarti ‘Tuhan’ yg dimaksud tersebut bukan ‘Tuhan’ yg Maha Kuasa…😀
    (ini sepintas seperti pertanyaan yg sulit, tapi mudah dilihat kesalahan logika pertanyaannya)
    *sotoy mode off*

  16. 16 danalingga Oktober 1, 2007 pukul 4:27 PM

    mungkin aja. Ndak perlu ngasih alasan kan?😆

  17. 17 damar sandi Oktober 1, 2007 pukul 5:33 PM

    he he he he

  18. 18 ayahshiva Oktober 1, 2007 pukul 6:21 PM

    kalo aku di tanya seperti itu, dengan tegas aku jawab gak mungkin sang pencipta gak bisa mengangkat apa yang dia ciptakan

  19. 19 Fajar Oktober 2, 2007 pukul 12:51 AM

    @faisalman
    iya bener memang
    yang salah itu pertanyaannya
    :p

    @danalingga
    yah kalo mungkin dan terjadi
    namanya tuhan gak maha kuasa donk:mrgreen:

    @damar sandi
    ini dia nih
    yang nemuin jawabannya di kelas kemaren
    jangan ketawa2 aja lo :mrgreen:

    @ayahshiva
    wah jawabannya gak sesuai konteks itu:mrgreen:

  20. 20 sigid Oktober 2, 2007 pukul 3:55 AM

    Sepertinya saya setuju dengan komen mas Ridwan.
    Dengan konsep kita membuat batasan, Tuhan jauh lebih besar dari itu.
    Jika berkaitan dengan orang atheis, mereka tidak harus menerima pemikiran itu tapi begitulah adanya.
    Orang atheis merupakan orang rasional, logis.
    Kita tidak akan bisa memberikan jawaban yang memuasakan pada mereka karena jawaban kita adalah juga konsep.
    Mereka akan merasionalkan konsep itu dan seterusnya.

  21. 21 Takodok! Oktober 2, 2007 pukul 7:10 AM

    trus jawabannya apa, jeng Fajar?

  22. 22 grace Oktober 2, 2007 pukul 8:35 AM

    *males baca komen yg panjang2*:mrgreen:
    buat saya, Tuhan maha kuasa.
    dan saya ga tau kalo Tuhan menciptakan batu yang Ia tidak bisa mengangkatnya.
    ilmu saya ga cukup untuk menelaah kemungkinan itu.
    makasih.🙂

  23. 23 Fajar Oktober 2, 2007 pukul 9:24 AM

    @sigid
    betul sekali
    yap
    kebanyakan juga orang atheis itu logis semua, sedangkan tuhan itu gak bisa disentuh dengan yang logis

    @takodok
    wah mas desti
    tunggu aja postingan saya
    JAWABAN : definis Tuhan:mrgreen:

    @grace yang manis
    duh, jadi cw jangan yang males dunk
    iya iya
    makasih atas komennya:mrgreen:

  24. 24 mrfajarsyah Oktober 2, 2007 pukul 10:32 AM

    pertanyaan itu timbul dan tidak bisa dijawab bila kita memandang tuhan sebagai makhluk bukan sebagai pencipta. khalik, yangmahakuasa.
    manusia terbatas tentunya berbeda dengan kemahakuasaan Tuhan.

  25. 25 hoek Oktober 2, 2007 pukul 12:17 PM

    mas fajar? kekna itu uda dibahas deh sama mas suluh?
    disini nih
    http://haqiqie.wordpress.com/2007/09/23/menggugat-yang-maha-menjernihkan-istilah/

    tafi ya ndak tau bisa menjawab afa enda, soale saia juga masi binun^^

  26. 26 hoek Oktober 2, 2007 pukul 12:18 PM

    afakah komen saia dimakan oleh akismed???
    saia ulangi *gigih*
    uda dibahas disini

  27. 27 hoek Oktober 2, 2007 pukul 12:20 PM

    o-mai-gat
    *masi ngeyel*
    hettrix skalian deh…
    soal itu uda dibahas sama mas suluh, haqiqie.wordpress.com
    coba deh di liad di sono^^
    munkin bisa membantu, saia uda mbaca, tafi masi blom nyampe juga otaknya…munkin ferlu sfesifikasi yang lebih tinggi buad memahami tulisannya mas suluh.
    makasi^^
    *ngelap keringedh*

  28. 28 ea Oktober 2, 2007 pukul 2:35 PM

    hahha kesian yang komen terakhir hahaha
    pasti keringet dingin…

  29. 29 Fajar Oktober 5, 2007 pukul 7:55 AM

    @fajarsyah
    setuju

    @hoek
    eh iya
    ternyata udah dibahas di situ:mrgreen:

    @ea
    hush !!

  30. 30 abdul agus heydemans Oktober 12, 2009 pukul 8:23 PM

    tuhan sebenarnya tidak usa di perdebatkan….
    kalau masi memperdebatkan berarti kita belum meyakini adanya tuhan, tuhan suda di dalam hati.

  31. 31 agus santoso November 23, 2010 pukul 6:49 PM

    sebelum membahas tuhan perlu saudara ketahui bahwa tuhan tidak seperti saudara2 bayangkan, karna Tuhan tidak terbatas oleh ruang dan waktu, dan perlu Saudara ketahui bahwa hanya Tuhan yang Esa lah yang mempunyai sifat Jais…….

  32. 32 we buy silver and gold September 10, 2014 pukul 5:05 PM

    Superb, what a blog it is! This webpage provides helpful facts to us,
    keep it up.

  33. 33 ira comparison September 24, 2014 pukul 1:25 PM

    I love your blog.. very nice colors & theme. Did you create this website
    yourself or did you hire someone to do it for you? Plz respond as I’m looking
    to create my own blog and would like to know where u got
    this from. kudos


  1. 1 JAWABAN : definisi Tuhan « Pembukaan Lacak balik pada Oktober 2, 2007 pukul 8:30 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Laman

Blog Stats

  • 346,213 hits

Contact Me

Fajar Flickr Photos

Beautiful Haneda

B waiting

to Kowloon

Lebih Banyak Foto

%d blogger menyukai ini: